Larung adalah lanjutan novel saman. Pada penghujung masa orde baru, sama telah tinggal di New York sebagai pelarian Politik. Ia bertemu lagi dengan empat sahabat yang Dulu membantu ia kabur dari Indonesia. Shakuntala, Cok, yasmin, dan Laila. kini mereka memiliki misi baru. membantu sktivis mahasiswa kiri melarikan diri dari kejaran rezim militer.
Dimulai dari pertemuan tak sengaja di perpustakaan, gendhis tiba-tiba tertarik kemasa lalu pada Zaman Kerajaan Majapahit. Sejauh apa pun Gendhis berlalri, Gendhis tetap masuk ke dalam dunia yang terasa berlari, Gendhis tetap masuk ke dalam dunia yang terasa aneh baginya, Majapahitn, Gajah Mada, hayam Wuruk,Nama-Nama tersebut terus berputar di pikiran dan pengelihatannya.
terbangun dan melanjutkan hidup sebagai remaja kembali, Hayam Wuruk, raja dari kerajaan majapahit, hidup dengan beban masa lalu yang tak kunjung terlepas. Waktu terus bergulir, Hingga suatu saat, kesempatan kedua itu hadir. Sosok yang membuatnya sadar jika dirinya terlambat untuk mencintai itu pun hadir.
Lalita menerima sejilid kertas tua berisi bagan-bagan mandala, dan sejak itu setiap hari pengetahuannya tentang sang kakek bertambah. Setiap kali pengetahuan itu bertambah banyak, setiap kali pula sang kakek bertambah muda dalamm pengelihatannya. pada suatu titik ia bisa sepenuhnya melihat seorang remaja berumur tiga belas tahun, yang berdiri lurus kaku dan kepala sedikit miring seolah melihat …
Kenanga, perempuan muda penuh impian, cerdas, ulet, juga berpendirian Kuat. Hidup baginya adalah karier. Kedekatan dengan salah seorang guru besar justru menimbulkan banyak rumor tidak sedap bahwa dia menghalakan segala cara demi karir. Semuanya kacau ketika dia harus mengandung anak bhuana. Keduanya saling mencintai sebagai sepasang kekasih.
Didunia semut yang super sibuk dan penuh setrata, tujuan perkawinnan cuma satu mempertahankan kelangsungan koloni dua ekor semut ratu- ratu gegana dan ratu darojak bersaing menjadi alfa yang tua menolak turun, yang muda muda memperebutkan kuasa.
Permpuan- perempuan dalam tempurung terjebak dalam ikatan suci yang ganjil. Mereka berhadapan dengan kemerdekaan atas tubuhnya, persoalaan agama, budaya, dan norma masyarakat. Perempuan- perempuan yang berhadapan dengan banyak ironi Mereka menginginkan ketenangan, anak dan suami di tengah kejengahan institusi keluarga mereka mencari cinta, kasih sayang di antara ambiguitas dan kegamangan hidup …
Para Pengamat sastra mengatakan bahwa kisah Buku ini merepresentasikan perlawanan mereka yang lemah dan tak Berdaya Menghadapi absurditas Nasib dan kekuasaan.